Still in the same time….
Tuesday, January 30th, 2007Oh ia …sbelum lupa… ni ad crita bgs bagi yg blm baca…
nB : Resapi + Lakuin… ^_^
let’s the story begin
……
Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000
burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan,
1000 burung kertas itu
menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, girl dan
boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka
b’dua….
Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl
memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan
di dalam mimpinya
berkali2 itu!!
Sewaktu girl mau mutusin boy, girl
bilang sama boy, Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang
dewasa….
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!!
Aku
harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku
tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita
setelah
menikah…!!
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja
keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil,
setiap pekerjaan dia kerjakan dengan
sangat baik dan tekun.
Sudah
lewat beberapa tahun…
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya ,
akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih
tertuju pada Girl, dia masih
tidak dapat melupakannya.
Pada suatu
hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan
sangat pelan didepan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang
tuanya
Girl..
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai
mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka
tahu kalau dia
bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang
Bos.
Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti langkah
sepasang orang tua tersebut. Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org
tua itu memakai
payung,tetapi badan mereka tetap basahkarena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di
depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl
tersenyum sangat manis terhadapnya.
Disamping makamnya yang kecil,
tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung2 kertas itu
terlihat begitu hidup.
Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke
paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang,
mempunyai keluarga yang
harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian
terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy
pasti akan berhasil.
Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan
datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya
lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan
begitu sedihnya.
Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan
berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang
begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan
darah..
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau
Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam
mobil
tersebut.
Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu
1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin
menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya, hanya
ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang dan
tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari, jodoh
kehidupan ini pasti tidak akan berubah…. # (lirik langsung ditranslate dari
bhs Mandarin)
T.T